Kumpulan Motivasi Hikmah

Senin, 23 Juli 2012

Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?

 Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?
Kepercayaan-diri adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini
(M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau
kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya,
memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya
pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya.
Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan
positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya
pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya
kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi
sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa
dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.
Buat kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau
merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin langkah-langkah
dibawah ini bisa dijadikan proses latihan:
1. Menciptakan definisi diri positif.
Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem
keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan
definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
* Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini
yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong
atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang
menghancurkan.
* Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita
miliki
* Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa
kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita
lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif
yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup
saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah
kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif,
konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk
membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang positif
Merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya
memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan
langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau
kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih
positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang
sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Pada akhirnya kita
hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik
buat kita.
3. Mengatasi masalah secara positif
Memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil
mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang
sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede kita. Lama kelamaan kita
menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah.
Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa
menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan
yang membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang positif.
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada
orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah
atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi
saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga.
Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka
saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan
kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan
yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan
saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah
mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang
benar.
5. Memiliki model / teladan yang positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari
sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering
membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu
menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini,
ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a)
pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan
mempelajari orang lain).
Selamat mencoba dan buktikan! Sumber: www.e-psikologi.com


 Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™

Bagaimana Menjadi Percaya Diri ? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis