Kumpulan Motivasi Hikmah

Senin, 09 Juli 2012

Hidup Zuhud

Hidup Zuhud
Manusia adalah makhluk pengejar kebahagiaan. Namun, tak semua manusia mencicipi hidup
bahagia. Karena tidak setiap manusia tahu bagaimana merengkuh kebahagiaan.
Kebahagiaan tergantung pada pola hidup. Islam menganjurkan pola hidup zuhud. Apakah zuhud
itu? Zuhud terumuskan dalam dua kalimat Alquran. ''Supaya kamu tidak bersedih karena apa yang
lepas dari tanganmu dan tidak bangga dengan apa yang diberikan kepadamu.'' (QS Al-Hadid: 23).
Ada dua ciri zahid (individu yang menjadikan zuhud sebagai pola hidup). Pertama, zahid tidak
menggantungkan kebahagiaan hidupnya pada apa yang dimiliki. Bila bahagia ditambatkan pada
kendaraan yang dimiliki, kala kendaraan itu tergores, hilanglah bahagia yang bersemayam di dada.
Jika hati dilabuhkan pada yang dimiliki, maka saat apa yang dimiliki itu terlepas dari genggaman,
terlepaslah kebahagiaannya.
Kedua, kebahagiaan zahid tidak terletak pada materi, tapi pada dataran spiritual. Hidup akan
menjelma menjadi guyonan yang mengerikan bila makna bahagia disandarkan pada benda. Sebab,
benda hanya menunggu waktu untuk lenyap.
''Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang memiliki
kebesaran dan kemuliaan.'' (QS Al-Rahman: 26-27). Hakikat zuhud bukanlah meninggalkan dunia,
namun tidak meletakkan hati padanya. Zuhud bukan menghindari kenikmatan duniawi, tetapi tidak
meletakkan nilai yang tinggi padanya. ''Tiadalah perbandingan dunia ini dengan akhirat, kecuali
seperti seorang yang memasukkan jarinya dalam lautan besar, maka perhatikan berapa dapatnya.
(HR Muslim).
Oleh sebab itu, zuhud dalam kehidupan dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal. ''Zuhud
terhadap kehidupan dunia tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti dari apa yang ada
pada Allah SWT dan hendaklah engkau bergembira memperoleh pahala musibah yang menimpamu
walaupun musibah itu akan tetap menimpamu.'' (HR Ahmad).
Dalam hadis Qudsi, diriwayatkan, ''Allah berfirman wahai dunia, berkhidmatlah kepada orang yang
telah berkhidmat kepada-Ku, dan perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu. (HR Al-Qudlai).
Ringkasnya, rumus hidup bahagia adalah kemampuan memilih nikmat yang abadi di atas
kenikmatan yang fana. Bagaimana supaya baju zuhud dapat dikenakan? Dalam Nashaih Al-Ibad,
Syaikh Nawawi al-Bantani menceritakan kisah Ibrahim bin Adham tentang mencapai zuhud.
Beliau menjawab, ''Ada tiga sebab. Saya melihat kuburan itu mengerikan, sedangakan belum
kudapati pelipur (atasnya). Saya melihat jarak perjalanan amatlah jauh, padahal belum kumiliki
bekal, dan saya melihat Allah yang Maha perkasa akan mengadili, padahal belum kudapati alasan
(untuk mengelak dari hukumannya).''
(M Subhi-Ibrahim, HIKMAH - REPUBLIKA )

Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . -----------------------------------------------

Hidup Zuhud Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis

0 komentar:

Posting Komentar