Kumpulan Motivasi Hikmah

Senin, 09 Juli 2012

Insya Allah

Insya Allah
Kalimat terpopuler di kalangan umat Islam, setelah salam (assalamu'alaikum), adalah insya-Allah.
Kalimat ini diucapkan saat seseorang ingin melakukan sesuatu atau berjanji.
''Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu 'sesungguhnya aku akan mengerjakan
esok,' kecuali (dengan mengucapkan) insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa
dan katakanlah 'mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat
kebenarannya daripada ini.'' (QS Al-Kahfi: 23-24).
Secara literal, kalimat insya Allah berarti bila Allah menghendaki. Sayangnya, kalimat ini kerap
disalahgunakan. Ada dua bentuk penyalahgunaan. Pertama, insya Allah dipakai untuk menunjukkan
janji yang longgar dan komitmen yang rendah. Insya Allah hanya pengganti dari kalimat, 'tidak
janji deh.' Ini keliru sebab nama Allah SWT dijadikan sebagai pembenaran atas kemalasan
menepati janji.
Kedua, segala tindakan ditentukan oleh Allah (fatalisme). Artinya, manusia tidak memiliki ruang
kebebasan untuk bertindak. Paham ini tidak tepat karena Allah menganugerahi manusia kebebasan
berkehendak. Bagaimana seseorang mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan bila seluruh
tindakannya ditentukan oleh Allah?
Sebenarnya, insya Allah memiliki falsafah yang mendalam. Pertama, dalam kalimat insya Allah
tersimpan keyakinan yang kukuh, bahwa Allah SWT terlibat dan punya andil dalam segala tindaktanduk
manusia. Kesadaran akan kehadiran Allah SWT ini akan memupuk tumbuhnya moral yang
luhur (akhlaq al-karimah).
Hanya orang-orang yang merasa dirinya senantiasa ditatap Ilahi saja yang akan mampu menjaga
dari segala bentuk pelanggaran. Inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai ihsan, yaitu,
''Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka
sesunggguhnya Dia melihatmu.'' (HR Muslim).
Kedua, ekspresi kerendahhatian (tawadhu'). Seseorang yang memastikan diri bahwa besok akan
bertindak sesuatu (sesungguhnya) terselip dalam relung jiwanya sifat kibr (sombong). Termasuk
sikap, bahwa dirinya penentu segala sesuatu di masa depan tanpa ada peran Allah SWT.
Seharusnya, orang yang berucap insya Allah adalah orang yang sadar bahwa Allah SWT selalu
membimbing hamba-Nya.
Ketiga, perpaduan usaha dan penyerahan diri. Dalam kata insya Allah terkandung suatu
ketidakpastian akan apa yang terjadi esok. Karenanya, keyakinan ini akan melahirkan motivasi,
mempersiapkan secara sempurna hal-hal yang menciptakan kesuksesan dari yang direncanakan,
serta memastikan apa yang akan terjadi seperti yang dikehendaki. (QS Al-Hasyr: 18).
(M Subhi-Ibrahimi ,HIKMAH< Republika)


Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . -----------------------------------------------

Insya Allah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis

0 komentar:

Posting Komentar