Kumpulan Motivasi Hikmah

Senin, 23 Juli 2012

Psoriasis dan Percaya Diri

 Psoriasis dan Percaya Diri
http://www.psoriasisindonesia.org/
Kulit merupakan bagian terluas dari tubuh dan merupakan bagian yang
penting bagi setiap individu. Penampilan fisik, khususnya kulitlah yang
pertama kali terlihat dan tampak dari luar (baik bagi individu itu sendiri
maupun bagi orang lain), sehingga kondisinya lebih segera mempengaruhi
pandangan orang lain (dan juga diri sendiri) dan responsnya pun biasanya
lebih mendalam dibandingkan dengan penyakit pada bagian tubuh yang
lain.
Psoriasis merupakan penyakit kulit yang kronis dan bersifat kambuhan. Bila
seseorang individu mengalami psoriasis, maka akan terjadi perubahanperubahan
pada penampilan kulitnya, apalagi apabila sudah dialami dalam
waktu yang cukup lama, biasanya perubahan-perubahan tesebut akan lebih
dirasakan. Dalam menghadapi perubahan tersebut, setiap individu akan
berespons dan mempunyai persepsi yang berbeda-beda tergantung pada
kepribadian dan ketahanan diri terhadap stress, konsep diri dan citra diri,
serta penghayatan terhadap mengalami penyakit tersebut; misalnya ada
yang merasa marah karena merasa tidak beruntung, sehingga cenderung
menyaalahkan hal-hal atau orang lain di sekitarnya atau menyesali
nasibnya mengalami psoriasis; adapula yang merasa bersalah pada diri
sendiri, merasa mendapat kutukan Tuhan sehingga merasa sedih dan
merasa masa depannya suram. Di lain pihak banyak pula individu yang
dapat menerima kenyataan bahwa psoriasis yang dialami sebetulnya tidak
berbahaya yang walaupun mengubah penampilan, namun tetap harus
dihadapi agar tetap hidup dengan lebih nyaman.
Lalu bagaimana agar bagi sebagian dari kita yang kebetulan mengalami
psoriasis, dapat menerima kondisinya dan dapat beradaptasi dengan baik,
sehingga tetap dapat beraktivitas dan berfungsi dalam kehidupan sehariharinya
dengan tetap nyaman ? Pada makalah ini akan dibahas mengenai
konsep diri, citra diri serta penerimaan diri terhadap psoriasis agar
seseorang dapat tetap percaya diri dalam menjalani kehidupannya seharihari.
CITRA TUBUH DAN CITRA DIRI
Citra tubuh adalah persepsi seseorang mengenai tubuhnya, baik bentuk fisik
maupun yang dibayangkannya. Misalnya seseorang merasa bahwa tubuhnya
itu lengkap atau tidak, atau seseorang merasa bahwa tubuhnya itu tinggi
atau pendek, gemuk atau kurus. Perasaan atau persepsi panca indera
tersebut dapat merupakan yang sebenarnya atau khayalannya saja,
misalnya seseorang merasa gemuk, padahal menurut pandangan orang lain
ia tidak gemuk.
Citra tubuh akan mempengaruhi konsep diri seseorang. Konsep diri ini akan
mempengaruhi penilaian terhadap diri sendiri. Bila seseorang menilai diri
sendiri positif, maka seseorang akan memasuki dunia dengan harga diri
yang positif dan penuh percaya diri. Harga diri positif, terciri oleh perasaan
bahwa seseorang itu mempunyai kemampuan, dicintai orang lain,
menghargai etika dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya. Bila
terjadi distorsi atau perubahan dalam citra tubuh seseorang, maka konsep
dirinyapun dapat berubah.
DAMPAK PSIKOLOGIK DALAM PSORIASIS
Pada saat seseorang diberitahu bahwa ia mengalami psoriasis atau
sebaliknya, individu tersebut belum mengetahui nama penyakit yang
dialaminya tetapi sudah merasakan atau mengalaminya, apalagi sudah
mengalami untuk beberapa lama atau bahkan sudah menahun, biasanya
akan terjadi suatu proses psikologik dalam diri individu tersebut. Reaksi
emosional yang terjadi biasanya melalui 6 tahapan, yaitu :
1. Penolakan (denial)
Yaitu menyangkal atau tidak percaya atau belum menerima bahwa ia
mengalami penyakit tersebut
2. Marah
Marah kepada orang lain atau bahkan kepada Tuhan mengapa ia yang harus
mengalami penyakit tersebut
3. Depresi
Merasa sedih, merasa bersalah, merasa bahwa ia memang patut mengalami
kondisi sakitnya sekarang. Sering juga individu mengkait-kaitkan penyakit
yang dialami dengan perbuatannya di masa lalu
4. Kecemasan
Merasa cemas dan tegang setelah mengetahui, menjadi berpikir dan
mengantisipasi ke masa yang akan datang, bagaimana menghadapi hidup
selanjutnya dengan kondisi yang sekarang dialami tersebut
5. Tawar menawar
Mulai dapat menerima, tetapi di saat yang sama juga masih sulit
membayangkan harus mengalami kondisi yang berubah tersebut
6. Menerima
Sudah dapat menerima keadaan yang berubat tersebut, sehingga dapat
menjalani hidup dengan lebih nyaman
Berat atau ringannya gejala psikiatrik pada tahapan ini serta lama
berlangsungnya setiap tahapan berbeda pada setiap individu, tergantung
pada kepribadian (termasuk kemampuan mengerahkan mekanisme
mengatasi perubahan karena mengalami psoriasis), daya tahan terhadap
stress yang terjadi, serta persepsi tentang perubahan citra tubuh yang
terjadi setelah mengalami psoriasis.
Perubahan-perubahan psikologik yang terjadi bersamaan dengan tahapan
tersebut di atas setelah seseorang mengalami perubahan-perubahan kulit
karena psoriasis, dapat bersumber dari :
1. Diri sendiri
a. Perubahan focus pikiran dan perasaan; setelah mengalami perubahan
pada kulitnya, secara sadar dan nirsadar individu menjadi lebih berpikir
tentang hal itu karena ia senantiasa melihat kulitnya yang berubah, yang
kemudian diikuti dnegan perilaku memandangi diri di depan cermin secara
berulang-ulang. Respons psikologik yang terjadi saat itu tergantung pada
tahap mana ia sudah melalui tahapan psikologik yang telah disebutkan
diatas, bila masih dalam tahap penolakan, mungkin ia akan tidak percaya
ketika memandangi dirinya di cermin dan selanjutnya akan menyangkalnya,
bila sudah masuk ke tahap depresi, individu akan merasa kehilanagan
dirinya yang dulu, sehingga ia dapat menjadi sedih, merasa bersalah bahkan
putus asa.
b. Perubahan citra tubuh : setelah menyadari terdapatnya perubahan pada
kulitnya yang menyebabkannya menjadi lebih “berpikir” tentang hal itu dan
diikuti perilaku bercermin untuk memastikan perubahan tersebut pada
tubuhnya, individu akan mengalami perubahan citra tubuh, ia akan merasa
tubuhnya berubah, tidak sebagaimana dulu lagi. Respons inipun akan
bervariasi pada setiap orang. Ada yang merasa bahwa ia tidak sempurna
lagi, namun banyak pula yang walau melihat perubahan tersebut, namun
dapat menerima kondisi tersebut.
c. Perubahan citra diri : Citra diri akan mempengaruhi konsep diri
seseorang, yang akan mempengaruhi pula penilaian terhadap diri sendiri.
Bila penilaian diri itu positif, maka ia akan memiliki harga diri yang positif
pula. Bila terjadi distorsi atau perubahan citra tubuh ke arah negatif, akan
menyebabkan terbentuknya citra diri yang negatif. Hal ini terjadi lebih
karena persepsi dan fantasinya sendiri.
d. Perubahan rasa percaya diri; dengan citra diri yang berubah, individu
akan mengalami perubahan harga diri, yang menyebabkan pula perubahan
pada rasa percaya dirinya. Ia menjadi tidak percaya lagi pada kemampuan
dan potensi dirinya, yang sebetulnya tidak berubah bila orang lain
menilainya.
2. Stigmatisasi dari lingkungan
Stigma yang terbutuk karena ketidakmengertian masyarakat tentang
psoriasis, ditambah adanya anggapan yang salah bahwa psoriasis itu
menular, menyebabkan timbulnya pelbagai perubahan emosional pada
individu, antara lain :
• mengantisipasi penolakan (individu merasa bahwa karena
psoriasisnya, orang lain akan menolaknya)
• Merasa ada defek di dalam diri
• Merasa malu dan bersalah
• Hilangnya penilaian positif dan kepercayaan terhadap orang lain
Menurut penelitian, pada individu yang mengalami psoriasis dan
mempunyai pekerjaan dan atau mereka yang mengalami psoriasisnya
setelah dewasa akan lebih tahan terhadap stigmatisasi
MENGALAMI PSORIASI DENGA TETAP PERCAYA DIRI
Hingga kini penyebab yang pasti dari psoriasis belum diketahui, yang telah
diketahui adalah adanya factor-faktor predisposisi yang dapat mencetuskan
kekambuhan oleh karena itu oengobatan yang dapat menyembuhkan pun
belum ada. Fakta ini yang harus diketahui oleh seseorang yang mengalami
psoriasis dan juga keluarganya
Belum adanya pengobatan yang pasti bukanlah hal yang menghambat kita
untuk mengatasi psoriasis. Karena factor-faktor yang mencetuskan sudah
diketahui, maka kita dapat berangkat dari factor tersebut. Diantara
beberapa factor yang merupakan factor predisposisi, stress merupakan salah
satu yang penting (disamping factor genetic dan factor biologik lainnya).
Stres atau perasaan tertekan (dalam hal ini karena mengalami psoriasis)
dapat mengakibatkan perubahan-perubahan psikologik seperti telah
disebutkan sebelumnya. Stress terjadi karena dipicu oleh pengalamanpengalaman
emosional yang membuat individu menjadi tidak nyaman dan
harus mengerahkan mekanisme pertahanan psikologiknya secara optimal.
Di lain pihak, tidak semua individu yang mengalami psoriasis memerlukan
bantuan atau dukungan pihak lain, karena sudah memiliki cara mengatasi
ketidaknyamanan psikologik tersebut secara optimal. Walaupun cara
tersebut dipengaruhi oleh tipe kepribadian (misalnya ada individu yang lebih
sadar akan diri, ada yang lebih peka terhadap komentar dan penolakan),
namun terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan dan dilakukan,
antara lain :
Membekali diri dengan pengetahuan sebanyak mungkin tentang psoriasis
dan selalu berusaha mendapatkan informasi terbaru, dengan demikian kita
dapat menjaga diri dengan lebih baik dan dapat berdiskusi dengan teman
dengan lebih baik pula
Melatih menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang psoriasis (baik itu
berasal dari kelompok studi atau internet,dll) sehingga kita menjadi lebih
nyaman berbicara tentang hal itu.
Memfokuskan pada hal-hal yang positif dalam hidup, keluarga, temanteman,
kegemaran, aktivitas yang menyenangkan, mengembangkan bakat
yang ada, dll. Cari aktivitas dan kelompok baru bila perlu. Psoriasis memang
sesuatu yang tidak mengenakan, tetapi itu hanya merupakan salah satu
bagian dari hidup kita. Usahakan tidak membuat psoriasi menjadi pusat
perhatian sehingga hidup kit terkonsentrasi disitu.
Melakukan hal-hal yang menambah harga diri dan percaya diri, misalnya
menentukan target pribadi dalam apapun (pekerjaan, hidup, dll) memelihara
persahabatan dan system pendukung yang lain, merumuskan kembali
bahwa psoriasis yang dialami sebagai suatu kondisi medik, bukan sesuatu
yang membuat malu.
KESIMPULAN :
Psoriasis, penyakit kulit yang menahun dan bersifat kambuhan, belum
diketahui penyebab yang pasti dan yang dapat diantisipasi adalah factorfaktor
predisposisi. Salah satu factor yang penting adalah penerimaan diri
terhadap penyakit tersebut, sehingga tidak terjadi perubahan citra tubuh,
citra diri, harga diri dan percaya diri ke arah yang tidak mendukung. Proses
penerimaan diri mengalami psoriasis melalui beberapa tahap, yang lama dan
derajatnya bervariasi antara satu individu dengan yang lain. Selain itu,
karena beberapa saran diatas dapat dipertimbangkan.


 Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™

Psoriasis dan Percaya Diri Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis