Kumpulan Motivasi Hikmah

Rabu, 01 Agustus 2012

Cerita Tentang Manusia Kerdil Bagian II

 Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™



Cerita Tentang Manusia Kerdil Bagian II
(Erabaru.or.id) Kulalo bertanya kepada papanya: “Apakah kekuatan misteri alam semesta?” setelah mendengar anaknya bertanya dia mengelengkan kepalanya menjawab: “Itu adalah misteri yang mempunyai kekuatan, disebut misteri sudah tentu tidak dapat dikatakan  pada orang lain.”
Kulalo berpikir, mungkin saja papa juga tidak mengerti apa itu?.
Sehabis makan malam, teman baiknya Lalito mengajaknya ke suatu pertemuan, pertemuan kecil begitu sangat sering dilakukan, penduduk di sekitar lapangan menaruh meja dan memasang lampu, dan banyak makanan yang enak-enak. Lalito meninggalkan Kulalo menari dengan orang lain, Kulalo kemudian mengobrol dengan teman sebentar dan melihat ke sekeliling lapangan melihat papanya sedang bermain kartu dengan teman-temannya. Kulalo merasa bosan dan berpikir: “Lebih baik saya pergi melihat keadaan Dodo sekarang?” memikirkan gadis kecil ini membuat Kulalo tersenyum sendiri.
Kulalo sampai di rumah Dodo, Kulalo berpikir : “Dodo mungkin sudah tidur?, hi…hi..., saya membangunkannya……aku akan gelitiki dia……”
Kulalo memandang keadaan di sekelilingnya, hanya terlihat seorang anak lelaki kecil duduk dengan diam-diam di pinggir meja, tidak melakukan apapun.
“Ada apakah kamu ke sini?” anak lelaki kecil ini bertanya.
Kulalo kaget, dengan ketakutan dalam hati berpikir : “Dia sedang berbicara dengan sayakah ? Saya bersembunyi di belakang jendela, kenapa dia mengetahui keberadaanku ?”
“Dapatkah kamu ke luar sebentar? Di dalam kamar ini hanya saya sendiri, saya tidak akan menyakitimu .”
Kulalo dengan heran berpikir : “Wah, dia selain melihat saya, juga mengetahui apa yang saya pikirkan!” Kulalo dapat merasakan anak lelaki kecil ini adalah seorang yang baik hati dan seorang yang istimewa. Kulalo dengan malu-malu dari jendela mendekati anak kecil tersebut kemudia bertanya dengan suara perlahan : “Bagaimana kamu mengetahui saya berada di sini ?”
Anak lelaki kecil berkata :”Saya juga tidak tahu, begitu hati saya berpikir saya sudah mengetahui. Kamu adalah orang kerdil ?”
Kulalo dengan kaget membuka mulutnya lebar-lebar : “Bagaimana kamu mengetahuinya ?”
Anak lelaki kecil menjawab : “Ehm, saya adalah adik Dodo, yang bernama Dada, hari itu sewaktu kamu datang ke kamar Dodo mengobati Dodo, sebenarnya saya di kamar sebelah merasakan kehadiran kamu.”
Kulalo dengan heran berkata “Merasakan, perasaan yang bagaimana ?”
Dada menjawab : “Ehm, pada saat itu saya mendengar ada suara di kamar Dodo, saya ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Dodo, sebab itu, dalam hati berpikir dan saya sudah mengetahuinya.”
Kulalo dengan heran berpikir, dalam masyarakat orang kerdil juga terdapat orang yang demikian, karena indra keenam mereka sudah tinggi,  sehingga mereka mempunyai kemampuan mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, tidak disangka dalam masyarakat manusia biasa juga ada orang yang demikian.
Kulalo teringat Dodo : “Oh ya, di mana Dodo sekarang ?”
Dada menundukkan kepalanya, berpikir sebentar dan dengan sedih hati menjawab : “Kakak sudah lari dari rumah.”
Kulalo menjerit : “Lari dari rumah ? Ada kejadian apa sebenarnya? “
Dada menjawab : “Keesokan harinya kakak bangun tidur, luka di badannya sudah tidak sakit. Tetangga merasa heran, mereka berpikir kakak adalah iblis, karena lukanya dalam semalam sudah sembuh? Kemudian, papa mengetahui, dia menghendaki kakak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Karena kakak tidak bisa mengatakan tentang orang kerdil, karena itu dia tidak menjawab, papa hendak memukulnya, kakak merasa takut dan lari dari rumah. Saya mengetahui kamu akan datang melihat kakak, karena itu saya menunggu kamu di kamar kakak.”
Kulalo berkata: “Kenapa Dodo tidak memanggil nama saya, saya akan datang menolongnya, Dodo sendirian akan ke mana?”
Dada menjawab: “Saya hanya merasa kakak akan pergi ke suatu tempat yang siang malam penuh dengan sinar matahari, saya juga tidak mengetahui tempatnya di mana ?”
Kulalo menggerutu: “Suatu tempat yang siang malam penuh sinar matahari ? Saya merasa sangat akrab dengan tempat itu?”
Kulalo sambil menundukkan kepala berjalan ke sana ke mari.
Tiba-tiba, Kulalo dengan gembira berteriak: ”Ah, saya mengetahui tempat itu !”
Ketika papa menanyakan keadaan luka yang begitu cepat sembuh, Dodo sebenarnya tidak mau berbohong! Tetapi jika dia mengatakan yang sebenarnya, dia akan merasa mengkhianti temannya karena sudah berjanji tidak akan berbicara, dalam keadaan demikian Dodo tidak tahu apa yang harus dilakukannya, maka dia lari dari rumah.
Kulalo akan berkata: “Lain kali jika kamu memerlukan bantuan, hanya dengan hati yang tenang menyebut nama saya, saya akan mendengarnya …..”
Dodo teringat perkataan Kulalo tersebut, sangat ingin berteriak memanggil Kulalo, tetapi setelah berpikir kembali: “Tidak boleh, jika tidak hati-hati diketahui orang lain bisa bahaya, lebih bagus saya tidak memanggilnya.”
Dodo merasa lebih baik dia sengsara sedikit tidak apa-apa, jangan karena dia hanya memikirkan diri sendiri, menyebabkan orang lain mendapat kesusahan, dia akan sangat sedih.
Dodo memutarkan kepalanya memandang ke sekelilingnya, selain hutan, rerumput, bulan purnama di atas langit, tidak ada tempat persembunyian. Kemudian Dodo melihat sebuah batu besar di balik rumput, Dodo dalam hati berpikir: “Batu yang begitu besar, jika anak-anak bermain-main di sini tidak melihat batu tersebut dan tersandung gimana? Lebih baik saya memindahkannya ke dekat pohon besar itu !”
Kemudian dodo dengan sekuat tenaga mendorong batu besar tersebut ke arah pohon, tetapi, karena batunya terlalu berat, Dodo mengeluarkan seluruh tenaganya sampai kecapekan batu tersebut hanya bergerak sedikit. Di saat Dodo sudah putus asa berpikir akan melepaskan niatnya, pada saat itu dia teringat  pada Kulalo sewaktu dia terluka, bukankah Kulalo dengan sekuat tenaga mendorong mangkok, hanya untuk mengobati lukanya? Dodo dalam hati berpikir :”Jika Kulalo bisa, saya juga harus bisa !”
Ketika berpikir sampai ke sana, tiba-tiba batunya terasa sangat ringan, sehingga dengan cepat dia dapat memindahkan batu tersebut. Dia merasa heran, dengan tubuh oleng dia merasa terjatuh, tetapi ajaib, Dodo bukan jatuh di atas tanah, tetapi terjatuh di sebuah terowongan yang dalam di bawah tanah.
Pada saat terjatuh, dia merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan, bagaikan mempunyai sayap, dengan lembut Dodo terjatuh di tanah. Dodo sangat kaget : Wah, sangat indah sekali ! Bukankah sekarang malam hari ? Kenapa tempat ini terang benderang disinari matahari?”
Tiba-tiba, sebuah teriakan membuat Dodo terkejut, tidak, sebenarnya kemunculan Dodo yang membuat orang kerdil ini kaget. Dalam sekelompok ini terdapat lebih dari 10 orang kerdil, kemudian dalam sekejap, orang-orang kerdil ini mengetahui ada manusia biasa yang datang ke tempat orang kerdil. Orang-orang kerdil tersebut menjadi panik, dengan suara ribut membawa obor mengelilingi Dodo.
Dodo setelah melihat orang kerdil tersebut, menjadi sangat gembira! Dalam hati dia berpikir “Apakah Kulalo ada di antara kerumunan orang?”  Akhirnya Dodo bertanya dengan suara lembut :”Bolehkah saya bertanya ?” membuat orang kerdil tersebut terpaku sebentar “Apakah Kulalo ada di sini?”
Papa dan mama Kulalo yang berada di antara kerumunan orang tersebut saling memandang, dengan curiga bertanya :”Kulalo? “ papanya menanyakan pada mamanya “Kulalo, bukankah anak kita ?” Pada saat mereka semua kebingungan, bayangan badan Kulalo dari jauh muncul sambil berlari dan berteriak : “Dodo! Dodo! Saya berada di sini!”
Setelah mendengar suara Kulalo, sambil berlutut Dodo menyambut kedatangan Kulalo : “Kulalo, bagaimana kamu mengetahui saya berada di sini?” Kulalo dengan napas yang tersengal-sengal, tertawa dengan kedua pipi yang merah menjawab: “Karena saya telah bertemu dengan adikmu Dada, dia juga sekarang berada di sini, dia yang mengatakan kamu lari dari rumah, dan dia merasakan kamu berada di suatu tempat yang siang malam disinari matahari, oleh sebab itu saya mengetahui kamu berada di sini.”
Pada saat ini kedua orang tua Kulalo menariknya dan berkata : “Ada apa sebenarnya ini?” takut Kulalo disalahkan orang tuanya, Dodo dengan segera berkata : “Kalian jangan menyalahkan Kulalo, semua ini adalah kesalahan saya!”
Kulalo melihat Dodo sambil menunduk meminta maaf, kemudian dia membantu Dodo berbicara : “Bukan, bukan kesalahan Dodo, Dodo adalah seorang gadis yang baik hati, karena saya ……”
Ketua orang kerdil berbicara : “Kulalo, kami bukan menyalahkan kamu, kami berpikir, kamu harus menceritakan apa yang terjadi pada kami semuanya”
Kulalo berjalan ke depan Ketua, sambil mengaruk kepalanya dengan malu-malu berkata :
“Maaf, saya menyebabkan kalian semua cemas, saya akan menceritakan keadaan sebenarnya……..”
Ketika Kulalo selesai berbicara, mereka semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Pada saat itu Lalito dengan sedih berkata : “Saya bersalah, saya sebenarnya mengetahui Dodo tidak bersalah, tetapi karena saya penakut, tidak berani berbicara yang sebenarnya, jika pada saat itu saya mempunyai keberanian yang sama dengan Kulalo dan saya tidak menarik Kulalo pulang, mungkin Dodo tidak akan dipukuli demikian parah !” (Bersambung)


Cerita Tentang Manusia Kerdil Bagian II Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis