Kumpulan Motivasi Hikmah

Rabu, 01 Agustus 2012

Di sebuah daerah pinggiran kota terdapat sebidang kebun buah luas tak bertuan

 Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™



Burung yang Kikir
(Erabaru.or.id) - Di sebuah daerah pinggiran kota terdapat sebidang kebun buah luas tak bertuan, ditanami sejumlah besar pohon lohan, buahnya tidak saja sangat manis, lagi pula daunnya bisa dibuat ramuan obat-obatan untuk mengobati penyakit. Setiap tahun saat musim tiba dan buahnya sudah ranum, banyak sekali orang yang datang dari kota memetik buah dan daunnya.
Ada seekor burung yang selalu berputar-putar di atas hamparan pohon buah ini, layaknya sedang menjaga kebun buah. Begitu ada orang yang mendekati pohon lohan, burung itu lantas mulai berkicau, jika menjulurkan tangan memetik buah lokat itu, ia akan berkicau lebih sayu dan nyaring. Coba dengarkan baik-baik suara kicauannya, persis seperti: “Semua milikku! Semua milikku!” Tahun demi tahun berlalu, selalu saja demikian.
Suatu tahun, orang yang datang ke kebun buah untuk memetik lohan semakin banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan burung itu berkicau nyaring di segala penjuru, begitu gelisah dan cemas sekali sepertinya, namun semua orang sudah merasa tidak aneh lagi, dan tidak menggubrisnya, terus melanjutkan memetik buahnya. Burung itu terus berkicau hingga kehabisan tenaga, sampai akhirnya lemas dan mati seketika.
Ternyata di kehidupan sebelumnya, burung itu adalah orang yang serakah dan pelit. Karena masih tersimpan kebiasaan buruknya itu, menganggap bahwa kebun buah itu masih miliknya, merasa berat hati orang lain datang memetiknya, jadi terus berteriak: “Semua milikku! Semua milikku!” hingga lemas dan mati seketika.
Dulu ada seorang pemuda di kota, setelah orang tuanya meninggal dunia, ia memperoleh sangat banyak harta warisan. Setiap hari ia menghitung ada berapa banyak harta pribadinya, ia selalu berharap hartanya semakin banyak semakin melimpah, sampai-sampai kebun buah dan ladang itu bisa menghasilkan berapa banyak hasil semuanya dimasukkan ke dalam hitungan hartanya. Dia tidak pernah berdana dan menolong orang yang kesusahan. bahkan semua pembantu yang semula dipekerjakan di rumah orang tuanya juga telah dipecat. Karena sifat serakah dan kikirnya, dia tidak dapat menemukan wanita yang mau menjadi istrinya, sehingga tidak mempunyai keturunan. Setelah usianya senja dan meninggal dunia, hartanya diambil alih dan dimasukkan ke kas negara karena tidak ada yang mewarisi hartanya.
Akibat buruk serakah dan kikir, mendatangkan kepahitan kesengsaraan. Jika hendak meningkatkan diri, memperbaiki watak, terlebih dahulu harus mengutamakan cinta kasih membantu sesama makhluk hidup. Mengorbankan sekeping kasih sayang, maka akan mendapatkan sekeping berkah: Hilangkan sekeping keterikatan hati, maka bisa meningkatkan sekeping kecerdasan!
(Dikutip dari Mingxin.net)

Di sebuah daerah pinggiran kota terdapat sebidang kebun buah luas tak bertuan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis