Kumpulan Motivasi Hikmah

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kawan 'Bule' ku Masuk Islam

 Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™

 Kawan 'Bule' ku Masuk Islam
 Mualaf (Ahmad) Edward Gary Toole

(Kisah Mualaf  - Pencarian Kebenaran Sang Mahasiswa)

"Aries, why you bend your back...?" ujar Gary sambil menggerak-gerakan tangannya seolah seperti orang yang membungkuk (ruku) usai saya menunaikan sholat. Ternyata kawan saya ini lihat dan memperhatikan ketika saya sholat. Gary adalah kawan satu apartemen di bilangan kota London Utara tepatnya di Neasden. Apartemen yang kami tinggali di lantai bawah terdiri dari tiga kamar yang kami sewa bersama. Saat masuk di bangunan yang sebelah kanan kamar pertama ditempati Mr. Sung dari Korea Selatan, kemudian kamar berikutnya Gary asal Manchester, Inggris. Kamar terakhir di pojok adalah kamar saya bersebelahan dengan kamar Gary.

Sebelum saya ke Inggris, Budiman, seorang anggota pengajar bahasa Inggris "Aries Group" (bimbingan tes/belajar yang saya dirikan sejak jadi aktivis di IKIP Jakarta) memberikan alamat Gary di London kepada saya. Singkat cerita, akhirnya kami bertiga berpatungan sewa apartemen. Saat itu Gary yang berkebangsaan Inggris asli kuliah pada jurusan bahasa (sastra) Inggris di University of London.

Pertanyaan Gary diatas merupakan awal dari keingin-tahuan beliau terhadap Islam. Lantas diskusi pun dimulai. Dia menanyakan berbagai hal tentang Islam seperti apa beda Imam dan Pendeta, apa itu Islam, dan sejumlah pertanyaan yang dimulai dengan kata kenapa, kenapa begini, kenapa begitu dan bagaimana ajaran Islam itu sesungguhnya. Banyak hal yang dipertanyakan Gary ketika itu dan saya tangkap hal ini sebagai peluang untuk melakukan dakwah kepada Gary lebih dalam dan intensif. Maklum saya bukan ahli Agama dan saya pun belum lama tiba di London sehingga kemampuan menjelaskan hal-hal yang saya ketahui dalam bahasa Inggris tidak optimal. Oleh karena itu, saya gerak cepat segera yang bersangkutan saya ajak ke komunitas Muslim yang dipimpin mantan penyanyi rok kondang yang tidak hanya dikenal di Inggris tetapi juga jagad raya yaitu "Cat Stevens" yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Yusuf Islam.

Ketika tiba di London sekitar Maret 1985 saya memang berupaya untuk mencari masjid dan akhirnya saya temukan masjid "Regent's Park Mosque" atau sering disebut pula sebagai "The London Central Mosque" yang berlokasi di jantung / pusat kota London. Setiap Sabtu Yusuf Islam memimpin kegiatan dakwah yang disebut dengan "Saturday Islamic Circle Meeting" bertempat di lantai bawah masjid tersebut. Cat Stevens setelah merubah nama menjadi Yusuf Islam memang gigih berdakwah. Acara yang dipimpinnya itu berisi tanya jawab bebas seputar agama yang diikuti oleh berbagai penganut agama bahkan mereka yang komunis dan mengaku atheis, tidak beragama dipersialahkan menghadiri majelis dakwah itu.

Maka hampir setiap Sabtu Gary memanfaatkan kesempatan itu dengan banyak bertanya dan selalu sergap mengikuti berbagai diskusi agama. Memang di London terdapat diskusi lintas agama samawi (Kristen, Yahudi, Islam) secara bergantian di rumah ibadah masing-masing (Gereja, Sinagog dan Masjid) yang dihadiri penganut dari ketiga agama tersebut dengan para pembicara pilihan (pendeta, akademisi, ulama). Keingintahuan Gary demikian kuat sehingga lahan diskusi pun berlanjut di apartemen saat sebelum tidur kami berdiskusi berbagai hal tentang Islam, biasanya isu-isu memojokkan Islam yang kerap dilansir media massa barat juga diangkat Gary ke permukaan sebagai bahan diskusi kami. Saya sebagai orang belum memiliki ilmu keislaman yang mumpuni berupaya lebih mengarahkan pada logika-logika yang bisa diterima disamping tentunya harus menunjukkan contoh-contoh konkrit dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Dengan bermodalkan terjemahan "the Holy Qur'an" yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh  A. Yusuf Ali maka Gary pun bersama-sama saya belajar kalam Illahi tersebut. Gary sangat tertarik dengan surah al Ikhlas (Purity of Faith) yang dibaca berulang-ulang hingga hafal. Ia merasakan sekali bahwa ayat ini yang dia cari untuk mencapai kebenaran. Selama ini logika beragamanya tersandera dengan pemahaman ketuhanan keliru, sehingga menghambat logika berpikir untuk menemukan kebenaran yang hakiki.

Lambat laun namun pasti Gary menyampaikan keinginannya untuk memeluk Islam kepada saya dia minta untuk disampaikan kepada Yusuf Islam. Saya katakan jangan terburu-buru dan apakah memang sudah datang dari kesadarannya sendiri tanpa paksaan? Dia amat meyakinkan saya bahwa "islam is the right and the only religion". Saya pun mengontak Yusuf Islam dan kemudian dicarikan tempat dirumah salah seorang anggota majelis pengajian "Islamic Circle Meeting", seorang asal Palestina. Disana dalam suasana hening, haru dan khimat Gary mengucapkan syahadat dengan lancar, fasih dan meyakinkan yang dipandu oleh pimpinan kami Yusuf Islam. Kurang lebih belasan orang yang hadir dirumah itu turut memeluk mesra Gary dan menyebut "brother, welcome back to Islam......".

Perjalanan Gary sebelum mengikrarkan dirinya sebagai Muslim bukanlah tanpa aral melintang. Paling tidak ada dua kejadian menarik yang perlu saya ceritakan disini.

Pertama, tentang kawan Korea Selatan Mr. Sung yang ternyata memerhatikan kami yang selalu pergi ke masjid bersama sama. Sampai akhirnya, Mr Sung di depan saya mengajak Gary ke Gereja di London. Saya pun diam saja dan Gary menerima tawaran itu. Lalu pulang dari Gereja Gary bercerita kepada saya bahwa selama di gereja dia terdiam dan tidak memahami apa yang disampaikan sang pendeta di gereja Korea itu karena menggunakan bahasa Korea. Peristiwa ini membuat saya berani meyakinkan Gary bahwa di mesjid manapun ketika sholat kita wajib menggunakan Bahasa Arab. Saat ceramah dan kotbah disamping bahasa Arab (ayat-ayat Al Qur'an) juga menggunakan bahasa yang dimengerti jamaah. Sejurus saya menangkap Gary dapat menerima penjelasan saya tersebut.

Kedua, saat usai pengajian rutin setiap Sabtu dan Gary menunjukkan ketertarikannya dengan Islam, datanglah seorang Yahudi yang juga ikut pengajian menghampiri Gary di luar masjid ketika kami akan berjalan pulang. Sang Yahudi dengan tergopoh-gopoh menyetop langkah Gary dan mengabaikan saya disebelahnya lantas langsung mengingatkan Gary untuk tidak masuk Islam. Terjadilah perdebatan sengit diantara keduanya. Yahudi ini selalu mengangkat isu-isu yang menggambarkan Islam/Umat Islam bukanlah agama yang damai, tidak menghargai HAM dan lain sebagainya. Mendengar celotehan si Yahudi sempat terpancing juga emosi saya untuk menjawabnya tetapi tampak Gary dengan tenangnya selalu menjawab "no you are wrong", lalu Gary bisa menjelaskan secara rinci dan jelas. Bukan main, tampaknya ilmu Gary sudah lebih dari cukup untuk menangkis serangan sang Yahudi yang menetap di Inggris ini. Setelah setengah jam lebih "peneror" itu tidak mampu meyakinkan Gary maka dia pun terpaksa gigit jari dan pergi tanpa pamit. Di jalan pulang ke apartemen Gary pun cerita pada saya bahwa orang Inggris selama ini "tertipu" oleh Yahudi atas berita mengenai Islam. Loh kok begitu? Iya ujar Gary, mereka selama ini disugguhkan berita-berita yang selalu buruk tentang Islam karena memang perilaku Yahudi ingin "menjatuhkan" Islam. Dalam waktu lain Gary bercerita bahwa "Lobby Yahudi" di Inggris sangat kuat. Penasehat dan orang-orang yang mempengaruhi Perdana Menteri (ketika itu dijabat seorang wanita bernama Margaret Thatcher). Menurut Gary pengaruh Yahudi di Inggris sama seperti di Amerika Serikat. Inggris Yahudi secara kualitas dan kuantitas berada dilingkaran kekuasaan nomor dua di dunia setelah AS. "Media-media massa dikuasai orang-orang Yahudi Inggris sehingga kami (orang Inggris asli) tidak tahu tentang Islam sebenarnya...." tandas Gary dalam satu diskusi di kamar apartemen kami sambil menyeruput teh panas campur susu (teh tarik). Ya begitulah, sebagaimana kita ketahui dalam Al-Qur'an betapa perilaku Yahudi dalam menutupi dan menghalang-halangi kebenaran serta musuh nyata kaum Muslimin diungkap secara jelas oleh Allah. Di Inggris Gary dan saya pun ikut merasakan sepak terjang mereka itu.

Segera setelah bersyahadat Gary menunaikan berbagai kewajibannya dengan begitu khusyuk dan serius. Mulai dari melakukan khitan hingga sholat 5 waktu. Bahkan suatu waktu di saat dingin-dinginnya udara London minus O derajat saya pernah "ditegur" Gary untuk segera Sholat, dia bilang "Aries, what;s wrong with you, wake up! Hurry up.....". Luar biasa saya merasa bersyukur memiliki sobat setangguh Gary. Lalu Gary juga berhenti dari pekerjaannya di Hotel sebagai "cellar wine" (yang mengantarkan wine dari store ke restoran hotel). Saya bilang kenapa harus segera berhenti? Kalau terpaksa tidak apa-apa sementara bekerja dibagian itu. Iya, pertanyaan saya ini memang kurang menunjukkan kekhusyukan sebagai Muslim. Llalu Gary lah yang mengingatkan saya bahwa pekerjaan itu tidak boleh dilakukan Muslim. Memang kami berdua "nyambi" kerja di hotel, kalau Gary terkait dengan "wine" saya bekerja di bagian "houskeeping".

Kepada keluarganya di Manchester, Gary menyampaikan bahwa ia telah memeluk Islam dan namanya menjadi Ahmad Gary. Kakak perempuannya yang sangat sayang sama Gary dapat menerima pemakluman tersebut dan menghargainya. Memang di keluarga itu hak-hak anggotanya sangat terjaga dan dihormati dengan baik. Bahkan kakaknya ketika memasakkan makanan untuk adik tercinta ini berusaha untuk memerhatikan apakah makanannya halal dan boleh dimakan oleh Gary atau tidak. Kerukunan sesama anggota keluarga tetap terpelihara. Saya diajak Gary untuk diperkenalkan keluarganya di Manchester tanpa sedkitpun curiga kepada saya, sebab memilih agama untuk dipeluknya adalah hak azasi yang sangat dijunjung tinggi.

Soal nama "Ahmad" yang disandangnya setelah masuk Islam adalah setelah kita berdialog tentang nama Ahmad yang disebut di Al Qur'an dan juga sebenarnya di al Kitab yang asli sebagai datanganya Nabi Muhammad sebagai Rasul dan Nabi terakhir. Gary menyukai nama itu sehingga di cantumkan didepan namanya menjadi Ahmad Gary. Di dalam anggota pengajian Yusuf Islam sebenarnya ada juga orang Inggris Mualaf yang tidak mengganti namanya misalnya Brian Young, seorang akuntan di London.
Namun, Gary senang menggunakan nama Ahmad dan termasuk memperkenalkannya saat saya ajak ia berceramah di depan Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jakarta. Gary mengungkap surah al Ikhlas yang menjadi titik tolaknya menjadi Muslim. Selama kurang lebih setengah jam saya menerjemahkan ceramah beliau yang pada intinya mengangkat tema tauhid.
Kedatangannya ke Jakarta di tahun 1987 itu adalah seusai menunaikan Ibadah Haji bersama-sama saya. Kami bekerja paruh waktu di sebuah biro perjalanan haji Inggris. Sehingga saat di Mekah dan Madinah kami pun menyiapkan penginapan dan segala sesuatu yang dibutuhkan jamaah Inggris. Saya lihat betapa Gary dengan sabar dan tekun menunaikan kewajibannya sebagai Muslim untuk berhaji. Gary kerja melayani jamaah dengan seksama dan serius membantu jamaah disamping khusyuk beribadah.

"Innallaha 'ala kulli syai'in qodir".
Sepulang dari Indonesia saya mendapat kabar bahwa Gary sakit serius dan masuk rumah sakit. Saya di Indonesia hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Yang Kuasa. Tak lama kemudian sampailah kabar duka itu "Innalillahi wainnaillahi rojiun".
Ahmad Gary, sahabat terbaikku wafat berpulang ke Rahmatullah.

Rencana kami untuk membawa Gary tinggal di Indonesia dan mengajar bahasa Inggris di "Aries Group" tak terwujud karena Allah memberikan jalan lain yang lebih baik. Manusia berencana Allah berkehendak.
Ahmad Gary akhirnya dikebumikan secara Islam di pemakaman Islam yang dihadiri umat Islam berbagai bangsa yang umumnya aktifis pengajian di "London Central Mosque".

Selamat jalan my brother, may Allah bestow you with 'jannatun firdausy' as verses of Allah: "(Namely) those whose lives the angels take in a state of purity, saying (to them), 'Peace be on you; enter ye the Garden, because of (the good) which ye did in the world" (Qur'an 16: 32).

Kawan 'Bule' ku Masuk Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis