Kumpulan Motivasi Hikmah

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tikus Kota dan Tikus Desa

 Tikus Kota dan Tikus Desa

 
Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana.

Kata Bijak Kata Mutiara Kata Hikmah Kata Nasehat Berikut ini adalah kisah atau dongeng menarik yang cocok untuk di sampaikan kepada anak anak, remaja, pemuda bahkan pada orang tua, pria muda dan wanita. Kisah hikmah, Kisah renungan bisa membuat kita sadar dan bisa jadi hiburan, begitu pula dengan kisah lucu, cerita humor yang bisa di jadikan hiburan juga sebagai pelajaran.  Saya berharap dengan kisah ini nantinya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk kemudian kita ambil hikmahnya sebagai bekal untuk hidup baik di masa sekarang dan yang akan datang, amin... Selamat Membaca dan semoga bermanfaat. Jangan lupa jika kisah ini bagus dan bermanfaat silahkan beritahu teman jika kurang bermanfaat silahkan hubungi admin . →←®™

 Tikus Kota dan Tikus Desa


alt
Ilustrasi (foto: clker)
Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakannya atau kadang kritikannya dalam bentuk cerita binatang atau fabel.
Pada suatu hari, tikus kota berkunjung ke sepupunya, tikus desa. Mereka sudah lama tidak jumpa.
Tikus desa gembira bukan main, dikeluarkannya semua makanan yang ada untuk tamunya. Ada remah jagung, singkong dan sedikit padi-padian.

“Ayo, silakan makan saudaraku, “ kata tikus desa dengan ramah.

Tikus kota memandang semua remah-remah makanan desa itu dengan enggan.

Tikus desa bertanya: “Kenapa? Kau tidak suka?”

Tikus kota menjawab. “Sudah lama aku tidak makan .. makanan-makanan mentah dan keras ini!” “Gigiku sakit karenanya,” lanjut Tikus kota

“Tapi ini makanan yang dulu sama-sama kita makan! Lihat, butir-butir padi ini begitu bernas, dan gurih!” berkata begitu Tikus desa lalu mengunyah beberapa butir padi dengan lezatnya.

“Yah, itu dulu, sebelum aku tahu makanan-makanan kota yang serba empuk dan lezat!” kata tikus kota, tanpa bermaksud sombong.

“Makanan kota yang empuk dan lezat? Seperti apakah itu,” tanya Tikus desa penasaran. Akhirnya Tikus kota mengajak saudaraya ke kota.

“Akan kutunjukkan makanan-makanan mewah yang empuk dan lezat!” ajak tikus kota.

Dua Tikus berjalan beriringan menuju kota. Perjalanan panjang dan berliku, melewati sawah dan ladang petani.

Hari telah malam ketika keduanya sampai kota. Mereka langsung ke rumah Tikus kota, tikus desa langsung diajak ke dapur. Disitu banyak bertebaran makanan serba lezat bekas pesta semalam. Bukan pestanya Tikus kota, melainkan pestanya manusia yang empunya rumah itu.

“Lihat, ini ada roti tart yang lezat… Itu ada jelly.. ada keju.. daging ayam.. semuanya serba empuk dan lezat. Kamu boleh makan apa saja…” kata Tikus kota.

Mulut Tikus desa berkecap-kecap membayangkan lezatnya semua makanan itu. Tiba-tiba terdengar suara menyalak diluar.  Tikus desa tersentak kaget.  “Suara apa itu?” tanyanya ketakutan.

“Ah, biasa, itu suara anjing penjaga,” jawab tikus kota.

“Anjing penjaga??” tanya tikus desa ketakutan.

Tiba-tiba pintu terkuak, dan seekor anjing besar menyergap masuk..“Lariiiiii!” kata tikus kota. Keduanya lari tunggang langgang menyelamatkan diri.

Setelah selamat dari anjing penjaga itu, tikus desa buru-buru berpamitan.

“Kenapa buru-buru, sepupuku? kau bahkan belum sempat mencicipi makanan yang empuk dan lezat itu!” kata tikus kota.

“Terima kasih, saudaraku. Aku lebih senang makan biji-bijian yang keras di desa, dari pada hidup mewah di kota dengan anjing yang mengerikan itu…”

Tikus desa pun pulang ke desanya kembali, memilih hidup apa adanya tanpa ketakutan. (alx)

Tikus Kota dan Tikus Desa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Majalah Bisnis